Enter Title



 
 
1.            VISI DAN MISI LANTAMAL X

a.         Visi Lantamal X.     

 

Mengacu pada fungsi pangkalan dalam memberikan dukungan pada satuan-satuan operasional TNI AL, maka Visi Lantamal X untuk 5 (lima) tahun ke depan dalam memberikan dukungan Pangkalan adalah “Terwujudnya Lantamal X Sebagai Pangkalan Utama TNI AL Yang Handal di Wilayah Papua”..

b.         Misi Lantamal X.    

 

Adapun misi Lantamal X yang sesuai dengan peran dan fungsi  Lantamal X terhadap kondisi lingkungan strategis di wilayah kerja Lantamal X, adalah sebagai berikut:          

1)            Menyelenggarakan peningkatan fasiltas dan material Alutsista pangkalan serta pembinaan fungsi staf;

 

2)            Menyelenggarakan operasi laut secara terbatas di wilayah perairan Papua;

3)            Menyelenggarakan Binpotnaskuatmar; dan

4)            Menyelenggarakan pemenuhan hak-hak prajurit dan PNS TNI AL serta pemeliharaan sarana prasarana.

 

2.         TUGAS POKOK DAN FUNGSI LANTAMAL X

 

1)      Tugas Pokok dan Fungsi Lantamal X.

a.     Tugas Pokok.

 

1).        Menyelenggarakan dukungan logistik dan administrasi bagi satuan operasional TNI AL.

 

2).        Menyelenggarakan pembinaan potensi maritim menjadi kekuatan pertahanan keamanan negara di laut.

 

3).        Menyelenggarakan patroli keamanan laut terbatas dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut di wilayah kerja Lantamal X.

 

4).        Menyelenggarakan tugas-tugas lain berdasarkan kebijakan Kasal.

3.            SEJARAH BERDIRINYA LANTAMAL X JAYAPURA

 

a.         Perkembangan Organisasi.

Pangkalan UtamaTNI Angkatan Laut X Jayapura yang pada awalnya bernama Komando Daerah Maritim Irian Barat (Kodamar Irian Barat) pada tahun 1960an merupakan akibat dari situasi dan kondisi perkembangan lingkungan strategis setelah proses penyerahan pemerintahan Irian Barat kepada pemerintah Republik Indonesia oleh UNTEA pada tanggal 01 Mei 1963. Kodamar Irian Barat diresmikan pada bulan Agustus 1963 dengan dilantiknya Kolonel Laut Mas Wibowo, sebagai Panglima Kodamar Pertama pada tanggal 22 Agustus 1963. Kemudian pada tahun 1970 berubah sebutannya menjadi Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) dan berubah lagi sebutannya menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut yang membawahi Stasion Angkatan Laut (Sional) dan Detasemen Angkatan Laut (Denal).  Sejak saat itu Kodaeral Jayapura turun statusnya menjadi Sional Irian Barat yang berada dibawah Lantamal Ambon. Selanjutnya pada tahun 1991 sesuai kebutuhan operasional organisasi menaikkan status Sional Irian Barat menjadi Lanal kelas A (Pangkalan Utama TNI AL/Lantamal) dan Sional Irian Barat menjadi Lantamal V Jayapura. Berdasarkan dinamika perkembangan Lingkungan Strategis baik Global maupun Regional terhadap kebutuhan operasional organisasi TNI AL, maka Lantamal V Jayapura dirubah menjadi Lantamal Jayapura berdasarkan urutan penomeran Lantamal sesuai letak geografis dari Barat ke Timur. Berikut sejarah perkembangan organisasi Lantamal Jayapura :

 

b.            Komando Daerah Maritim (Kodamar)

Kodamar pertama kali didirikan pada tanggal 22 Agustus 1963  yang mengacu pada Surat Keputusan KSAL No. A.4/6/60 tanggal 18 Oktober 1960 tentang perubahan organisasi Komandemen Daerah Maritim(KDM) menjadi Komando Daerah Maritim (Kodamar). Bersama-sama Kodamar lainya yaitu Komando Daerah Maritim Belawan (KDMB) menjadi Kodamar I,  Komando Daerah Maritim Riau (KDMR) menjadi Kodamar II, Komando Daerah Maritim Djakarta (KDMD) menjadi Kodamar III, Komando Daerah Maritim Surabaya (KDMS) menjadi Kodamar IV,  Komando Daerah Maritim Makasar (KDMM) menjadi Kodamar V, Komando Daerah Maritim Ambon(KDMA) menjadi Kodamar VI. Kodamar yang semula 6 (enam) sejak tanggal 01 Mei 1963 diperluas menjadi 10(sepuluh) Kodamar yaitu, Kodamar I Belawan,  Kodamar II Tanjung Pinang, Kodamar III Jakarta, Kodamar IV Semarang, Kodamar V Surabaya, Kodamar VI Banjarmasin, Kodamar VII Makasar, Kodamar VIII Manado, Kodamar IX Ambon dan Kodamar X Irian Barat. Berdasarkan Telegram Men/Pangal TW. 280410 z/ Feb.’67  tentang penertiban dan penomoran Kodamar, maka diatur urutan nomor yang dimulai dari Barat ke Timur, maka Kodamar Irian Barat menjadi Kodamar-10 Jayapura.Kesepuluh  Kodamar tersebut terdiri dari : Kodamar I Belawan,  Kodamar II Tanjung Pinang, Kodamar III Jakarta, Kodamar IV Semarang, Kodamar V Surabaya, Kodamar VI Banjarmasin, Kodamar VII Makasar, Kodamar VIII Manado, Kodamar IX Ambon dan Kodamar X Jayapura. UntukKodamar X Irian Barat terletak di Jayapura yang dipimpin seorang Komandan secara berurutan adalah sebagai berikut :

1)         Kolonel Laut Mas Wibowo, yang menjabat dari tgl 22 Agustus 1963 s/d tanggal   2 April 1964.

2)         Kolonel Laut Sudirman, yang menjabat dari tgl 2 April 1964 s/d 1966

3)         tanggal 25 Maret 1966.

4)         Komodor Laut Indra Kusnadi, menjabat dari tgl 25 Maret 1965 s/d tanggal 31 Januari 1970.

c.         Daerah Angkatan Laut (Daeral).

Pada tahun 1970 terjadi Integrasi Antar Angkatan dalam rangka Konsolidasi dan reorganisai serta integrasi antar Angkatan, maka semua Organisasi TNI dan Polri dilebur menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sesuai Surat Keputusan Presiden Nomor 79 dan 80 tahun 1969 serta peraturan penyempurnaannya. Sejak saat itu berdasarkan telegram Kasal nomor  TW 301640Z/MRT/70 tahun 1970 sebutan Kodamar diubah menjadi Daerah Angkatan Laut.Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menhankam / Pangab No. Kep/ B / 429 / 69 tahun 1970, nama Daeral 10 Jayapura dinaikkan statusnya menjadi  Komando Daerah Angkatan Laut / Kodaeral.

Sebutan pimpinan pada  era Daeral X Jayapura adalah  Panglima Daeral dan secara berurutan Pemimpinnya adalah :

1)         Komodor Laut R. Basuki Jakinamiprodjo, menjabat dari tgl 31 Januari 1970 s.d. 23 Agustus 1972.

2)         Laksma TNI Slamet, menjabat dari tgl 23 Agustus 1971 s.d. 26 Juni 1976.

3)         Laksma TNI Soetojo Sosrodidjojo, menjabat dari tgl 26 Juni 1976 s.d. 31 Juli 1978.

4)         Laksma TNI Muhammad Jakfar, menjabat dari tgl 31 Juli 1978 s.d. 15 April 1980.

5)         Laksma TNI Sigit Soedarjadi, menjabat dari tgl 15 April 1980 s.d. 15 Desember 1982.

6)         Laksma TNI Basoeki, menjabat dari tgl 15 Desember 1982 s.d. 12 Juni 1985.

d.         Era Stasion dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut.

1)         Pada tahun 1985 berdasarkan Skep Kasal Nomor : Skep/1234/ V/ 1985 tanggal 31 Mei 1985 terjadi likuidasi/penghapusan Daeral-daeral menjadi Lantamal-Lantamal dan Daeral X Jayapura diturunkan statusnya dan berubah menjadi Stasion Angkatan Laut / Sional Jayapura dengan pucuk pimpinan Letkol Laut Suratman.Pada saat itu Sional Jayapura berada dibawah naungan Lantamal Ambon.

2)         Kemudian pada tahun 1991 organisasi berubah lagi, Sional Jayapura berubah dan dinaikkan statusnya menjadi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut/Lantamal (Lanal type A). Perubahan tersebut berdasarkan Keputusan Kasal Nomor Kep/06/IX/1992 tanggal 23 september 1992 tentang penggelaran pangkalan TNI Angkatan Laut, Sional X Jayapura berubah menjadi Lantamal V Jayapura. Komandan Lantamal X dijabat oleh seorang Perwira TNI AL dengan pangkat Laksamana Pertama (Laksma) atau Brigadir Jenderal  (Brigjen).

 

Adapun Pimpinan pada era Lantamal V Jayapura adalah:

a)         Laksma TNI Adimuljo, dari tanggal 25 Pebruari 1991 s.d. 3 September 1993.

b)         Laksma TNI A. Mauraxa, dari tanggal 3 September 1993 s.d. 31 Agustus 1994.

c)         Laksma TNI DM Pongoh, dari tanggal 31 Agustus 1994 s.d. 29 September 1995.

d)         Laksma TNI Handoko Prasetyo, dari tanggal 29 September 1995 s.d. 2 Juli 1996.

e)         Laksma TNI Freddy Numberi, dari tanggal 2 Juli 1996 s.d. 5 Juni 1998.

f)          Laksma TNI Franklin W Kayhatu, dari tanggal 5 Juni 1998 s.d. 15 November 2000.

g)         Brigjen TNI (Mar) Yussuf Solichien, dari tanggal 15 November 2000 s.d. 11 Juli 2001.

h)         Laksma TNI Joseph Sutrasman, dari tanggal 11 Juli 2001 s.d. 26 Juli 2002.

i)          Laksma TNI D.H Wabiser, dari tanggal 31 Juli 2002 s.d. 7 April 2004.

j)           Brigjen TNI (Mar) Sapardi, dari tanggal 7 April 2004 s.d. 31 mei 2006.

k)         Brigjen TNI (Mar) Sumantri Dipradja, dari tanggal 31 Mei 2006 s.d. 14 Desember 2007.

3)         Pada tahun 2006 berdasarkan Skep Kasal Nomor: Skep / 10 / VII / 2006 tentang perubahan penomoran Pangkalan Utama TNI AL / Lantamal yang didasarkan pada dinamika perkembangan lingkungan Strategis Global, Regional maupun Nasional terhadap kebutuhan operasional organisasi TNI/TNI AL, maka terjadi penambahan Lanal kelas  A  atau Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) dari 10 (sepuluh) menjadi 11 (sebelas) dan Lantamal V Jayapura berubah menjadi Lantamal X Jayapura seiring dengan pengurutan nomor-nomor Pangkalan Utama TNI AL sesuai letak geografis dari wilayah Barat ke Timur. Kekuatan TNI AL tersebar di beberapa Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) yang berada di bawah dua komando utama armada yaitu : Komando Armada RI Kawasan Timur / Koarmatimdan Komando Armada RI Kawasan Barat / Koarmabar. Komandan Lantamal X dijabat oleh seorang Perwira Tinggi TNI AL dengan pangkat Laksamana Pertama (Laksma)/Brigadir Jenderal (Brigjen).